Istilah"sistem dagang" digunakan oleh kritikus terkemuka, Adam Smith, tetapi "merkantilisme" telah digunakan sebelumnya oleh Mirabeau. Sementara banyak negara menerapkan teori ini, satu contoh adalah Perancis, ekonomi negara paling penting di Eropa pada saat itu.Raja Louis XIV mengikuti bimbingan Jean Baptiste Colbert, umumnya pengendalian keuangan (1662-1683).
Halo, Sobat Zenius! Pengertian merkantilisme itu apa, sih? Sebelum menjawab pertanyaan, gue ada lukisan keren, nih. Coba elo deskripsikan kegiatan apa yang sedang dilakukan berdasarkan lukisan di bawah ini, ya! Menurut elo, aktivitas apa yang ada di dalam lukisan tersebut? dok. Picryl Aktivitas yang tergambar dalam lukisan di atas merupakan salah satu bagian dari peradaban Eropa. Kita bisa melihat ada aktivitas perdagangan di sana, kemudian ada juga kapal yang digunakan untuk menjelajahi samudra. Nah, lukisan di atas ternyata menggambarkan suatu istilah yang disebut dengan merkantilisme, guys. Apa pengertian merkantilisme? Kenapa ada istilah tersebut? Siapa yang pertama kali memperkenalkannya? Semua pertanyaan tersebut akan dibahas di sini. Jadi, simak baik-baik, ya! Pengertian MerkantilismeLatar Belakang Merkantilisme dan PerkembangannyaCiri-Ciri MerkantilismeTokoh MerkantilismeDampak MerkantilismeContoh Soal Pengertian Merkantilisme dan Pembahasan Apa itu merkantilisme? Secara bahasa, pengertian merkantilisme berasal dari bahasa Latin mercantile yang artinya perdagangan dan -ism yang berarti paham. Jadi, bisa dibilang juga bahwa merkantilisme adalah paham perdagangan atau hal-hal yang berkaitan dengan perdagangan. Kalau kita definisikan, pengertian merkantilisme adalah suatu paham tentang sistem ekonomi di mana negara berperan aktif menciptakan masyarakat yang giat dan dinamis dalam berdagang demi keuntungan nasional berupa logam mulia. Dalam konsep merkantilisme, emas dijadikan sebagai sumber kekayaan yang penting bersama dengan perak. Pokoknya yang termasuk logam mulia, deh. Nah, kalau suatu negara nggak punya logam mulia, maka mereka perlu mencarinya dengan cara berdagang. Namun, cara dagangnya itu harus meminimalisir impor dan memaksimalkan ekspor. Dengan kata lain, kalau negara sering impor, mereka bakal sering mengeluarkan logam mulia miliknya yang jadi alat pembayaran saat itu. Sedangkan, ketika negara sering ekspor, maka mereka akan memperoleh logam mulia dari hasil ekspor tersebut. Cara kerja merkantilisme untuk mendapatkan emas dan perak. Arsip Zenius Elo bisa nonton penjelasan cara kerja merkantilisme di video materi Zenius. Pastikan elo udah login ke akun Zenius, ya! Intinya, setiap negara berlomba-lomba memperoleh kekayaan dengan cara seperti itu. Kalau negara nggak punya emas dan perak, maka mereka akan mengumpulkannya melalui perdagangan. Nah, kalau mereka nggak punya komoditas untuk diperdagangkan, maka mereka harus mencari wilayah baru yang kaya akan sumber daya alam. Selanjutnya, mereka membawa hasil alam tersebut ke negara induk untuk diperdagangkan sebagai komoditas unggulan. Itulah mengapa dalam merkantilisme, kemakmuran suatu negara ditentukan oleh jumlah logam mulia yang dimiliki. Jadi, negara berlomba-lomba untuk mengumpulkan kekayaan dalam bentuk logam mulia tadi dengan cara apapun, termasuk kolonialisme dan imperialisme. Dari uraian di atas, kita bisa mengulik sedikit bahwa tujuan merkantilisme adalah membentuk wilayah koloni sebagai penjamin kegiatan perdagangan. Supaya mereka bisa memperoleh kekayaan berupa logam mulia. Nah, dalam praktiknya, negara menjalankan merkantilisme dengan mengeluarkan kebijakan, antara lain Mengizinkan usaha dagang impor dan memperbanyak ekspor. Sampai sini paham, ya, tentang pengertian merkantilisme beserta cara kerja dan tujuannya? Tonton video materi Zenius Konsep Merkantilisme Latar Belakang Merkantilisme dan Perkembangannya Selama abad pertengahan, sumber penghidupan masyarakat dan pemasukan utama negaranya berasal dari bidang agrikultur. Hal itu karena mereka menganut sistem ekonomi feodalisme. Memasuki abad ke-16 hingga abad ke-18, sistem tersebut digantikan oleh merkantilisme dengan memberikan konsep baru mengenai perekonomian yang menekankan pada perdagangan antarnegara, khususnya ekspor-impor. Sebagai sebuah sistem ekonomi, merkantilisme nggak hadir secara tiba-tiba. Tentu ada peristiwa yang mengawalinya. Elo penasaran dengan sejarah merkantilisme, nggak? Oke, kita bahas, yuk! Konstantinopel Runtuh pada 1453 Semua berawal ketika runtuhnya Konstantinopel pada 1453. Jalur sutra yang melewati Konstantinopel terputus akibat penaklukan oleh bangsa Turki. Hal itu membuat Italia semakin berkembang hingga mampu menjadikan Venesia dan Genoa sebagai kota dagang. Hal itu membuat Portugis dan Spanyol iri. Kemudian, keduanya menjelajah juga untuk mencari kekayaan. Spanyol Tiba di Bahamas, Amerika pada 1492 Spanyol tiba di Bahamas pada 1492. Nah, masa inilah yang terkenal dengan abad penjelajahan atau abad merkantilisme. Pada masa ini, orang-orang udah mulai mencari-cari emas, bagaimanapun caranya. Namun, teori merkantilisme masih belum berkembang, ya. Portugis Tiba di Malaka, Asia pada 1511 Di sisi lain, Portugis mencari jalan menuju India untuk mencari rempah-rempah dan tiba di Malaka pada 1511. Merkantilisme udah memulai kemunculannya, nih. Tapi, masih belum begitu berkembang. Karena, perkembangan teori ini dimulai pada abad ke-16. Terbentuknya Kongsi Dagang di Negara Eropa Pada abad ke-16, muncul EIC East India Company oleh Inggris pada 1600, VOC Vereenigde Oostindische Compagnie oleh Belanda pada 1602, dan CIO Compagnie des Indes Oriental oleh Prancis pada 1604. Pembentukan kongsi dagang di Eropa. Arsip Zenius Kita juga bisa menyebutkan latar belakang merkantilisme secara singkat sebagai berikut Semua berawal ketika munculnya para bangsawan di Italia, khususnya Italia Selatan. Kemudian, para bangsawan tersebut secara perlahan, namun pasti, mulai mandiri tanpa bergantung pada peran negara semakin sentral sebagai upaya untuk memajukan masyarakatnya, baik secara sosial, ekonomi, dan politik. Pokoknya, pada awal merkantilisme, perdagangan itu menjadi motivasi mendorong rakyatnya untuk bersifat aktif dan giat berdagang untuk mendapatkan logam mulia sebagai simbol kekayaan dan kemakmuran diikuti dengan munculnya berbagai perusahaan-perusahaan dagang swasta, seperti EIC, VOC, dan CIO. Intinya sama aja, elo tinggal pilih uraian yang menurut elo paling mudah dipahami. Oke? Baca Juga Contoh Soal PTS Sejarah Kelas 11 Semester 1 Ciri-Ciri Merkantilisme Merkantilisme nggak hanya dijalankan oleh Inggris, Spanyol, dan Prancis aja. Hampir sebagian negara Eropa juga menjalankan merkantilisme. Nah, ciri-ciri perekonomian negara yang menganut merkantilisme antara lain Berlomba-lomba untuk mendapatkan logam perdagangan luar negeri untuk melengkapi perdagangan dalam kegiatan industri mentah menjadi produk untuk kemudian dijual atau pertambahan berperan aktif dalam mengawasi perkembangan perekonomian dan ikut campur tangan apabila dianggap perlu. Menurut elo, negara mana sajakah yang dulunya menerapkan sistem merkantilisme? Kalau elo punya jawabannya, share di kolom komentar, ya! Tokoh Merkantilisme Merkantilisme hadir nggak tiba-tiba, tentu ada tokoh-tokoh di baliknya yang berperan besar dalam pemikiran merkantilisme. Berikut ini merupakan tokoh merkantilisme. Jean Bodin 1530 – 1596 merupakan ilmuwan Prancis. Ia adalah orang pertama yang menyajikan teori tentang uang dan harga. Ia menyatakan bahwa ada 5 faktor yang menyebabkan naiknya harga barang, yaitu bertambahnya logam mulia, monopoli, pola hidup mewah, ekspor, dan menurunnya nilai mata uang akibat kandungan karatnya Mun 1571 – 1641 merupakan penulis Inggris di bidang ekonomi yang memberikan pernyataan yang jelas dan kuat mengenai teori neraca perdagangan. Bisa dibilang, Mun merupakan tokoh merkantilis pertama yang mempercayai bahwa kepemilikan emas adalah ukuran utama kekayaan suatu Baptiste Colbert 1619 – 1683 merupakan pengawas keuangan dan sekretaris negara untuk angkatan laut di bawah Raja Louis XVI, Prancis. Ia melakukan program rekonstruksi ekonomi yang membantu menjadikan Prancis kekuatan dominan di Serra merupakan tokoh merkantilisme yang menganalisis ciri-ciri umum keterbelakangan ekonomi, kurangnya manufaktur, tidak ada pemerintahan yang stabil untuk mendorong ekspor, investasi dan perdagangan, kurangnya kesempatan wirausaha, dan kemiskinan perdagangan. Dampak Merkantilisme Dampak semakin berkembangnya sistem perekonomian merkantilisme adalah terjadinya revolusi sosial. Merkantilisme mengubah peran aktif gereja yang semakin tersingkir dan tergantikan oleh peran negara dan masyarakat. Sistem ini juga yang menyebabkan banyak terjadinya revolusi melawan kerajaan. Praktik merkantilisme sangat merugikan rakyat kecil karena adanya monopoli dagang dan penarikan pajak yang memberatkan rakyat, hingga menyengsarakan rakyat. Selain itu, karena tiap negara ingin mendapatkan banyak logam mulia, maka mereka saling berlomba untuk mencari wilayah baru untuk diambil sumber daya alamnya. Dari situ, muncul perang antarnegara atau kerajaan. Kita juga bisa menyebutkan, bahwa dampak merkantilisme bagi wilayah Indonesia pada masa penjajahan yaitu datangnya Belanda dan membentuk kongsi dagang VOC. Hingga akhirnya terciptalah kolonialisme di Indonesia pada masa itu. Kolonialisme dan imperialisme merupakan bentuk bentuk merkantilisme. Arsip Zenius Dampak lainnya dari merkantilisme, antara lain Munculnya kolonialisme dan imperialisme oleh bangsa perdagangan industri di Inggris. Jadi, bisa dibilang juga bahwa bentuk-bentuk merkantilisme, yaitu pembentukan kongsi dagang, kolonialisme dan imperialisme, monopoli dagang, dan perdagangan internasional. Bisakah elo menyebutkan bentuk lainnya di kolom komentar? Baca Juga Pengertian, Manfaat, dan Tujuan Perdagangan Internasional Bagaimana Pengaruh Merkantilisme dalam Kehidupan Modern Saat Ini? Pada abad ke-19, merkantilisme digantikan oleh sistem kapitalisme. Jadi, sistem merkantilisme udah nggak berlaku lagi. Namun, dampaknya masih bisa dirasakan hingga saat ini, bahkan beberapa dijadikan sebagai dasar kebijakan ekonomi di negara-negara, lho. Misalnya, kita mengenal monopoli pasar, pemberian subsidi oleh pemerintah terhadap manufaktur negara, mengutamakan ekspor, dan meminimalisir impor. Menurut elo, apakah merkantilisme berpengaruh baik terhadap kehidupan modern saat ini? Atau justru sebaliknya? Elo bisa menuangkan pendapat elo di kolom komentar, ya. Nah, buat elo yang masih penasaran dengan materi di atas atau lebih suka nonton video dan mendengarkan tutor yang super asik menjelaskan daripada baca materi, elo bisa banget nonton video pengertian merkantilisme dengan klik banner di bawah ini! Biar makin mantap, Zenius punya beberapa paket belajar yang bisa lo pilih sesuai kebutuhan lo. Di sini lo nggak cuman mereview materi aja, tetapi juga ada latihan soal untuk mengukur pemahaman lo. Yuk langsung aja klik banner di bawah ini! Contoh Soal Pengertian Merkantilisme dan Pembahasan Setelah membaca uraian di atas, kita langsung review dengan mengerjakan contoh soal di bawah ini, yuk! Contoh Soal 1 Sistem ekonomi merkantilisme dirujuk oleh banyak negara selama abad ke-…. A. 20 dan 21. B. 13, 14, dan 15. C. 16, 17, dan 18. D. 19 dan 20. E. 17. Jawab C. 16, 17, dan 18. Pembahasan Pada abad pertengahan, masyarakat dunia menganut sistem perekonomian feodal. Kemudian, pada abad ke-16, sistem tersebut digantikan dengan sistem ekonomi merkantilisme. Pada abad ke-19, merkantilisme digantikan juga oleh sistem kapitalisme. Jadi, terlihat bahwa sistem ekonomi merkantilisme dirujuk oleh berbagai negara selama abad ke-16, 17, dan 18. Contoh Soal 2 Pemerintah mendorong praktik merkantilisme dengan cara…. A. Memberi modal usaha kepada setiap pejabat pemerintahan supaya mendorong kenaikan ekspor. B. Membuka tambang emas dan perak secara masif di setiap wilayah. C. Mencari mitra dagang. D. Mendorong eksplorasi-eksplorasi untuk menyebarkan semangat 3G Gold, Glory, Gospel. E. Mendorong eksplorasi-eksplorasi dan membentuk kongsi dagang. Jawab E. Mendorong eksplorasi-eksplorasi dan membentuk kongsi dagang. Pembahasan Pemerintah mendorong eksplorasi-eksplorasi dalam mencari wilayah baru dalam upaya memperoleh komoditas unggulan untuk diperdagangkan di negara induknya. Semakin banyak wilayah baru yang ditemukan, maka akan semakin banyak pula koloni negara tersebut. Selain itu, pemerintah juga mendukung perusahaan-perusahaan swasta untuk membentuk kongsi dagang. Hal ini diperkuat dengan adanya dukungan pemerintah terhadap VOC dalam memperoleh hak oktroi, sehingga VOC mampu menghegemoni kekuasaan di Nusantara. ***** Oke, sampai sini dulu pembahasan tentang pengertian merkantilisme, tujuan, cara kerja, ciri-ciri, tokoh, hingga dampaknya. Elo juga bisa belajar sejarah dari video materi Zenius lainnya. Pastikan elo udah login ke akun Zenius untuk menikmati akses ke video gratis dan premium lainnya! Ada materi lainnya yang bisa elo pelajari di video belajar Zenius! Arsip Zenius Referensi Modul Pembelajaran SMA Sejarah – Kemdikbud 2020. Antonio Serra’s Development Economics Merchantilism, Backwardness, Dependence – Ideas 2013. Merchantilism – Britannica. Thomas Mun – Britannica. Jean Baptiste Colbert – Britannica.
6pos dipublikasikan oleh nurshofiah selama April 2011. 1. SEJARAH YUNANI KUNO; Yunani Kuno adalah periode dalam sejarah Yunani yang dimulai dari periode Yunani purba pada abad ke-8 sampai ke-6 SM, hingga penaklukan Romawi atas Korintia pada tahun 146 SM. Peradaban ini mencapai puncaknya pada periode Yunani klasik, yang mulai bersemi pada abad ke-5 sampai ke-4 SM. PembahasanMerkantilisme berasal dari kata merchant dalam bahasa Inggris yang berarti pedagang. Merkantilisme adalah sistem politik ekonomi untuk menyatukan dan meningkatkan kekayaan keuangan suatu bangsa dengan pemerintah. Tujuannya penerapan merkantilisme adalah mengumpulkan cadangan emas, memperoleh neraca perdagangan yang baik, mengembangkan pertanian dan industri, serta memegang monopoli atas perdagangan luar negeri. Merkantilisme berkembang di Eropa Barat sejak abad ke-15 yang mengakibatkan pusat-pusat perdagangan di kawasan Timur Tengah bergeser ke Eropa Barat. Kota-kota pelabuhan di Inggris, Spanyol dan Portugis berkembang menjadi kota dan pusat perdagangan penting. Hal ini kemudian mendorong setiap negara untuk memperkuat angkatan perang baik dalam maupun luar berasal dari kata merchant dalam bahasa Inggris yang berarti pedagang. Merkantilisme adalah sistem politik ekonomi untuk menyatukan dan meningkatkan kekayaan keuangan suatu bangsa dengan pemerintah. Tujuannya penerapan merkantilisme adalah mengumpulkan cadangan emas, memperoleh neraca perdagangan yang baik, mengembangkan pertanian dan industri, serta memegang monopoli atas perdagangan luar negeri. Merkantilisme berkembang di Eropa Barat sejak abad ke-15 yang mengakibatkan pusat-pusat perdagangan di kawasan Timur Tengah bergeser ke Eropa Barat. Kota-kota pelabuhan di Inggris, Spanyol dan Portugis berkembang menjadi kota dan pusat perdagangan penting. Hal ini kemudian mendorong setiap negara untuk memperkuat angkatan perang baik dalam maupun luar negeri. Diatas puing- puing kota Jayakarta itulah dibangun kota baru bergaya kota dan bangunan di Belanda. Kota baru itu dinamakan Batavia sebagai pengganti nama Jayakarta. J.P. Coen adalah gubernur jenderal yang ambisius untuk menguasai berbagai wilayah di Indonesia. Ia juga dapat dikatakan sebagai peletak dasar penjajahan VOC di Indonesia. Negara-negara maju dan berkembang sangat menjaga neraca perdagangan agar tidak terjadi minus, salah satunya adalah dengan mengembangkan ekonomi kreatif dan meningkatkan porsi ekspor. Adakalanya untuk menyeimbangkan kesehatan ekonomi, beragam paham ekonomi diterapkan agar keuangan negara mencapai level aman. Salah satu paham ekonomi yang pernah dipakai oleh berbagai negara di dunia adalah paham merkantilisme. Apa ini? Jika mengacu pada pengertiannya, paham atau teori merkantilisme mengasumsikan kesejahteraan suatu negara hanya ditentukan oleh banyaknya aset atau modal yang disimpan oleh suatu negara, serta besarnya volume perdagangan internasional yang dilakukan negara tersebut. Pada dasarnya Merkantilisme adalah nama dari sebuah sistem ekonomi yang digunakan di abad ke-16 hingga abad ke-18. Sistem ini yang bermakna dagang telah membuat negara-negara di Eropa terpicu untuk mengumpulkan dan mengeruk kekayaan sebanyak-banyaknya demi meningkatkan kesejahteraan dan kekuasaan negaranya. Teori Merkantilisme ini sangat populer karena sebagian besar kerajaan melarang koloninya untuk berdagang dengan koloni kerajaan lain. Gerakan Merkantilisme berkembang dengan sangat kuat dalam mempengaruhi kehidupan politik dan ekonomi di negara-negara barat seperti Belanda, Jerman, Inggris, dan Prancis. Negara kolonial saling berlomba untuk mendapatkan dan mengumpulkan logam mulia untuk berbagai kepentingan seperti industri, ekspor maupun impor. Bahkan untuk mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya, negara yang menganut paham merkantilisme akan melakukan berbagai macam cara baik itu dengan memonopili, menaikan bea masuk ngdan penjajahan atas negara dengan sumber daya yang melimpah. Maka tidak heran, negara-negara seperti Belanda, Jerman, Inggris, dan Prancis yang mempelopori teori ekonomi ini, menjadi pemain dalam era penjajahan dan peperangan antar bangsa hingga berabad-abad kemudian. Baca juga Perkembangan Paham-Paham Besar di Dunia Adapun paham zero-sum yang dianut oleh negara-negara Merkantilisme bermakna akhir dari sesuatu hal adalah nol. Dimana, jika ada dua pihak yang bertikai atau berperang, maka pihak yang menang akan mendapatkan nilai +1 dan yang kalah mendapatkan nilai -1, hal ini berarti satu pihak yang menang akan mendapatkan keuntungan berlimpah dan yang kalah akan mendapatkan kerugian. Tokoh Merkantilisme Merkantilisme yang dianut oleh negara-negara Eropa tidak lepas dari gagasan para politisi dan ekonom negara mereka sendiri. Dimana, ada beberapa nama tokoh yang merubah sudut pandang dari pemerintahan negaranya, tokoh-tokoh tersebut antara lain Jean Bodin, adalah seorang imuwan berbangsa Prancis yang dapat dikatakan sebagai orang pertama yang secara sistematis menyajikan tentang teori uang dan harga. Thomas Mun, seorang saudagar kaya yang berasal dari Inggris yang banyak menulis masalah perdagangan di luar negeri. Menurutnya, untuk meningkatkan kekayaan negara cara yang biasa dilakukan adalah lewat perdagangan pedoman yang dilakukan adalah nilai ekspor ke luar negeri harus lebih besar dibandingkan dengan yang di impor oleh negara itu. Jean Baptis Colbert, adalah Menteri Utama di bidang ekonomi dan keuangan dalam pemerintahan Raja Louis XIV di Prancis. Tujuan kebijakan yang dibuat Colbert lebih diarahkan pada kekuasaan dan kejayaan negara dari pada untuk meningkatkan kekayaan orang per orang. Sir William Petty, seorang pengajar di Oxford University dan banyak menulis tentang ekonomi politik. Ia menganggap penting arti bekerja dari sumber daya tanah, karena baginya bukan jumlah hari kerja yang menentukan suatu barang melainkan biaya yang diperlukan agar para pekerja tersebut dapat tetap bekerja. Dampak Merkantilisme Dengan berkembangnya teori ekonomi Merkantilisme di Eropa ini maka membawa pengaruh yang besar terhadap peradaban manusia sampai saat ini. Dimana, berkembangnya kapitalisme, penggunaan uang sebagai alat tukar, bursa efek atau pasar modal dan perdagangan surat berharga atau obligasi, serta perusahaan asuransi dan bank terlahir di era Merkantilisme. Begitupun dengan Indonesia, sebagai salah satu negara yang pernah terjajah oleh negara Eropa Indonesia merasakan dampak dari Merkantilisme ini. Hal ini lantaran Belanda dengan VOC nya mempengaruhi perekonomian dan sosial di Indonesia. Please follow and like us Kelas Pintar adalah salah satu partner Kemendikbud yang menyediakan sistem pendukung edukasi di era digital yang menggunakan teknologi terkini untuk membantu murid dan guru dalam menciptakan praktik belajar mengajar terbaik. Related TopicsKelas 11MerkantilismePaham MerkantilismePengertian MerkantilismeSejarah IPS

Tugasutama dari keluarga bagi pendidikan anak adalah sebagai peletak dasar bagi pendidikan akhlak dan hidup keagamaan, karena sifat dan tabiat anak sebagian besar diambil dari kedua orangtuanya dan dari anggota keluarga yang lain. Di dalam UU nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 10 ayat (4) dinyatakan bahwa

Merkantilisme adalah sistem perdagangan ekonomi utama yang digunakan dari abad 16 hingga 18. Para ahli teori merkantilisme percaya bahwa jumlah kekayaan di dunia adalah statis. Karena itu, negara-negara Eropa mengambil beberapa langkah untuk memastikan negara mereka mengumpulkan sebanyak mungkin kekayaan ini. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kekayaan suatu negara dengan memberlakukan peraturan pemerintah yang mengawasi semua kepentingan komersial negara. Diyakini bahwa kekuatan nasional dapat dimaksimalkan dengan membatasi impor melalui tarif dan memaksimalkan ekspor. Apa Perbedaan Antara Merkantilisme dan Imperialisme? Sementara merkantilisme adalah sistem ekonomi di mana pemerintah negara memanipulasi ekonomi untuk menciptakan keseimbangan perdagangan yang menguntungkan, imperialisme adalah sistem politik dan ekonomi di mana satu negara menegaskan kekuasaannya atas yang lain, biasanya untuk memenuhi tujuan merkantilisme. Melalui penggunaan kekuatan atau imigrasi massal atau keduanya, negara-negara imperialistik membangun kendali atas daerah-daerah yang berpotensi terbelakang dan memaksa penduduk untuk mengikuti hukum negara dominan. Karena merkantilisme lazim di Eropa selama era imperialistik abad ke 16 hingga 18, itu sering dipandang sebagai sistem ekonomi yang mendorong imperialisme. Salah satu contoh terkuat dari hubungan antara merkantilisme dan imperialisme adalah pendirian koloni Amerika di Inggris. Sejarah lahirnya merkantilisme Merkantilisme dipopulerkan di Eropa pada tahun 1500-an. Sistem ini didasarkan pada pemahaman bahwa kekayaan dan kekuatan suatu negara paling baik dilayani dengan meningkatkan ekspor dan mengumpulkan logam mulia, seperti emas dan perak. Merkantilisme menggantikan sistem ekonomi feodal yang lebih tua di Eropa Barat, yang mengarah ke salah satu peristiwa pertama pengawasan politik dan kontrol ekonomi. Pada waktu itu, Inggris, pusat Kerajaan Inggris, kecil dan memiliki sumber daya alam yang relatif sedikit. Jadi, untuk menumbuhkan kekayaannya, Inggris memperkenalkan kebijakan fiskal, termasuk Undang-Undang Gula dan UU Navigasi, untuk menjauhkan penjajah dari produk asing dan menciptakan insentif lain untuk membeli barang-barang Inggris. Neraca perdagangan yang menguntungkan dianggap meningkatkan kekayaan nasional. Undang-Undang Gula tahun 1764 memperkenalkan bea cukai tinggi untuk gula dan tetes tebu yang diimpor dari luar Inggris dan koloni Inggris. Demikian pula, Undang-Undang Navigasi 1651 diterapkan untuk memastikan bahwa kapal-kapal asing tidak akan dapat berdagang di sepanjang pantai, dan juga mengharuskan ekspor kolonial terlebih dahulu melewati kendali Inggris sebelum didistribusikan kembali ke seluruh Eropa. Inggris tidak sendirian dalam alur pemikiran ini. Prancis, Spanyol, dan Portugal bersaing dengan Inggris untuk mendapatkan kekayaan dan koloni; Diperkirakan tidak ada bangsa besar yang bisa eksis dan mandiri tanpa sumber daya kolonial. Prinsip-prinsip Yang Mendasari Merkantilisme Merkantilisme didasarkan pada gagasan bahwa negara-bangsa yang kuat memiliki peluang untuk menciptakan ekonomi dunia dengan menggunakan kekuatan militer negara tersebut untuk memastikan pasar lokal dan sumber pasokan dilindungi. Para pendukung merkantilisme percaya bahwa kemakmuran suatu bangsa tergantung pada persediaan modal, dan volume perdagangan global adalah statis. Hasilnya adalah sistem ekonomi yang membutuhkan neraca perdagangan positif, dengan surplus ekspor. Namun, karena tidak mungkin bagi setiap negara atau negara-bangsa untuk memiliki surplus ekspor, dengan banyak yang membutuhkan peningkatan impor untuk mendorong pertumbuhan, basis merkantilisme memastikan bahwa pada akhirnya akan gagal. Satu ide di balik merkantilisme adalah kesehatan ekonomi suatu negara dapat dinilai dari jumlah logam mulia, emas atau perak yang dimilikinya. Sistem ini mendorong setiap negara untuk mencoba mandiri secara ekonomi, yang berarti bahwa negara harus meningkatkan produksi dalam negeri dan membangun rumah dan industri baru. Pendukung merkantilisme juga melihat bahwa pertanian itu penting dan harus dipromosikan sehingga suatu negara dapat mengurangi kebutuhan untuk mengimpor makanan. Mereka menyarankan negara-bangsa yang kuat membutuhkan koloni dan armada dagang, yang keduanya dapat menyediakan pasar tambahan untuk barang dan bahan baku. Mercantilis juga percaya bahwa populasi besar adalah bagian integral dari tenaga kerja domestik suatu negara. Bagaimana Merkantilisme Menghambat Pertumbuhan Ekonomi Global? Merkantilisme menghambat pertumbuhan ekonomi global oleh produsen terkemuka untuk berspesialisasi dalam barang dan jasa yang tidak memperhitungkan keunggulan komparatif. Dari perspektif ekonomi, merkantilisme mempromosikan produksi barang-barang berlebihan yang membawa biaya peluang tinggi. Misalnya, jika pembatasan perdagangan mencegah negara dengan tenaga kerja yang sangat terampil dalam mengimpor pakaian, bisnis mungkin mengalihkan sumber daya ke produksinya. Pakaian relatif mahal untuk diproduksi karena upah tinggi yang diminta oleh pekerja terampil. Kembali ke pakaian mahal akan lebih rendah dari pengembalian dari serangkaian kegiatan yang lebih tepat. Pertumbuhan ekonomi berkurang untuk negara-negara dengan pembatasan perdagangan, dan negara-negara lain dengan tenaga kerja berketerampilan rendah kehilangan pasar potensial yang penting untuk produk mereka, yang mengarah pada pertumbuhan yang lebih rendah di sana juga. TokohYang Dikenal Sebagai Peletak Dasar-dasar Sistem Pemerintahan, Ekonomi, Keuangan Negara Dan Politik Pemerintahan Bani Abbasiyah Adalah? - 28, 2022 October 2, 2021 by admin
Jakarta - Inggris atau United Kingdom terbentuk pada 1707 dengan kawasan wilayah meliputi England, Wales, Irlandia Utara, dan Skotlandia. Pada abad ke-9, Inggris telah menggunakan sistem pemerintahan monarki yang mana merupakan sistem pemerintahan tertua. Namun pada abad ke-17, sistem pemerintahan Inggris berubah menjadi monarki konstitusional. Pada monarki konstitusional, raja atau ratu hanya diposisikan sebagai simbol kedaulatan saja sehingga tidak memegang kekuasaan pemerintahan. Sementara itu, sistem pemerintahan dilaksanakan lembaga eksekutif dengan berdasarkan kekuasaan dari perdana menteri dan menteri kabinet yang dipilih langsung rakyat melalui pemilu. Namun, hubungan raja atau ratu dan pemerintahan tidak saling bertentangan. Selain monarki konstitusional, sistem pemerintahan Inggris juga menganut sistem parlementer, sebagaimana dikutip dari buku UK Government and Politics. Sistem parlementer merupakan sistem pemerintahan yang mana parlemen memiliki peranan sangat besar dalam pemerintahan. Parlemen memiliki kewenangan untuk mengangkat perdana menteri dan menjatuhkan pemerintahan yang sedang memimpin negara melalui beberapa macam cara, salah satunya mengeluarkan mosi tidak percaya terhadap pemerintahan yang sedang berkuasa. Pada sistem ketatanegaraan Inggris, kekuasaan legislatif berada di bawah dua naungan parlemen yang acap kali disebut dengan House of Commons dan House Of Lords. House of Commons majelis rendah dapat meminta perdana menteri untuk mengundurkan diri atau mengadakan pemilihan umum yang dilakukan oleh majelis rendah dengan mengeluarkan mosi tidak percaya atau menarik dukungan terhadap perdana menteri. Di sisi lain, House of Lords majelis tinggi yang tidak mengendalikan masa jabatan perdana menteri atau memegang kendali parlemen dua badan legislatif bikameral Inggris inilah yang menjadi cikal bakal dari sistem parlemen bikameral di negara lainnya, seperti Indonesia dan Amerika Serikat. Model parlemen ini merupakan bagian dari demokrasi yang tidak dapat dari The Mother of Parliaments, Inggris dikenal dengan sebutan The Mother of Parliaments atau pelopor sistem parlementer. Sebab, negara ini berhasil mengaplikasikan sistem parlemen dengan baik dan diikuti oleh negara lainnya. Selain itu, Inggris dapat mengatasi masalah sosial yang menjadikan kesejahteraannya meningkat melalui pemilihan demokratis dan prosedur juga dikenal dengan sistem dwipartai dengan pemerintahan mayoritas satu partai yang kuat dan sering mengalami pertukaran kekuasaan antara Partai Konservatif dan Partai Buruh. Partai yang berhasil memperoleh suara terbanyak dalam pemilu adalah partai yang berkuasa dalam periode tersebut dengan tugasnya menyusun pemerintahan. Namun, terdapat juga partai-partai kecil yang bertindak sebagai Partai Oposisi partai kalah dalam pemilu. Nantinya, partai ini bertugas mengawasi pemerintahan sehingga partai yang berkuasa bersikap hati-hati dalam bertindak. Secara teoritis, partai oposisi tidak terlibat dalam penyusunan kebijakan, melainkan hanya mempersiapkan kemenangan pemilu garis besar, sistem pemerintahan Inggris memberikan pembatasan wewenang yang jelas antara kekuasaan eksekutif, legislatif, dan kerajaan. Sistem pemerintahan inilah yang menjadi kiblat bagi negara FARAHDIBA RBaca juga Ratu Terlama Sepanjang Sejarah, Apa Peran Ratu Elizabeth II dalam Pemerintahan Inggris?
Merkantilismeadalah sistem ekonomi yang digunakan oleh kerajaan Eropa antara tahun 1500 dan 1800. Di bawah merkantilisme, ekonomi harus dikendalikan oleh pemerintah dan didasarkan pada pemeliharaan kekayaan di kekaisaran. Kerajaan percaya bahwa agar mereka menang, negara lain harus kalah, menciptakan dasar bagi sistem kolonial. Perhatikan keterangan-keterangan berikut!1 Merkantilisme mulai dijalankan pada zaman pemerintahan Raja Henry VII sampai pada zaman Ratu Pelaksanaannya ditandai dengan kenaikan pajak untuk memajukan keterangan-keterangan tersebut, merkantilisme terjadi di negara .... A. Prancis B. Belanda C. Inggris D. Spanyol E. PortugisPembahasanBerdasarkan keterangan-keterangan tersebut, merkantilisme terjadi di negara C-Jangan lupa komentar & sarannyaEmail nanangnurulhidayat qYOFDr. 20 211 143 491 21 371 1 422 460

peletak dasar pertama sistem merkantilisme di inggris adalah